Efektivitas Reformasi Subsidi BBM terhadap Keberlanjutan APBN Indonesia 2022–2024
Keywords:
reformasi subsidi BBM, keberlanjutan fiskal, APBN, subsidi energi, defisit anggaranAbstract
Reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) merupakan langkah penting yang diambil pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas fiskal, khususnya setelah meningkatnya tekanan terhadap APBN akibat pandemi dan fluktuasi harga energi global. Beban subsidi yang besar dan kurang tepat sasaran menjadi alasan utama perlunya perubahan kebijakan menuju sistem subsidi yang lebih efisien dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas reformasi subsidi BBM dalam mendukung keberlanjutan APBN selama periode 2022–2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen terhadap berbagai data sekunder, seperti laporan keuangan pemerintah, regulasi terkait, serta publikasi dari lembaga resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan reformasi, termasuk penyesuaian harga BBM dan pengalihan subsidi menjadi bantuan langsung tunai (BLT), mampu mengurangi tekanan terhadap defisit anggaran serta meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara. Di sisi lain, kebijakan ini juga membantu menjaga stabilitas ekonomi makro, meskipun berdampak pada penurunan daya beli masyarakat dalam jangka pendek. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa reformasi subsidi BBM cukup efektif dalam mendukung keberlanjutan fiskal, namun masih memerlukan penyempurnaan dalam mekanisme penargetan dan penguatan perlindungan sosial agar manfaatnya lebih merata.


